
Kudus,Elang Murianews (Elmu)- Puncak ritual kolosal Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 2 (Jakfar Shodiq) berlangsung Selasa (16/7/2024) di Komplek Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (M3SK). Ditandai dengan pembagian 43.000 bungkus nasi “jangkrik serta penggantian “luwur” atau kelambu/tirai makam Sunan Kudus sebanyak 1.500 meter. Nasi jangkrik yang dibagikan sekarang, jauh lebih banyak dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, yang “ hanya “ berkisar di bawah 25.000 bungkus.
Usai ritual tersebut, pada Selasa siang hingga menjelang senja, masih banyak warga/peziarah yang mengunjungi komplek M3SK. Khusus di makam Sunan Kudus. luwur baru, pengganti luwur lama(setahun) lalu, menjadikan makam itu terlihat bersih, rapi dan anggun. Beberapa lampu antik yang dipasang di seputar makam dan memancarkan cahaya keputihan menjadikan suasana makam lebih syahdu. Serta pula menjadikan peziarah lebih khusuk berdoa.

Makam Sunan Kudus 2 alias Jakfar Shodiq ini diperkirakan sudah berumur 474 tahun. Jika mengacu beliau meninggal pada 17 Muharram (suro) 957 Hijriah atau Februari 1550 M pada usia 109 tahun. Beliau hijrah dari Demak ke Kudus pada tahun 1525 M atau pada usia 84 tahun. Seperti yang diungkapkan peneliti Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo Aka Hasan.
Dan menurut Buku Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus, proses pembuatan luwur sudah dibakukan sejak bertahun-tahun lamanya. Diantaranya dalam bentuk unthuk banyu, kompol, wiru dan langit-langit.
Unthuk banyu berfungsi sebagai ornament untuk memperindah rangkaian luwur yang terpasang di makam Sunan Kudus. Sesuai namanya , unthuk berbentuk seperti buih air yang dirangkai dan ditempatkan secara mengeliling di bagian atas. Baik di dalam maupun di luar makam.

Kompol juga berfungsi untuk memperindah penataan luwur. Namun bentuk dan penempatannya berbeda. Yaitu ditempatkan menggantung pada tiang tiang dan sudut – sudut yang ada di makam.
Wiru dibuat dengan cara melipat kain mori secara horizontal membentuk “wiron” dngan pola teratur.Wiru dilekatkan pada batang kayu dan kuningan. Sedang penemptannya di emper-emper bangunan makam.
Sedang untuk memperindah pintu makam, dibuatlah kain bludru bordir berwarna kebiruan dengan tulisan dua kalimah syahadat, Sayyid Ja’far Shadhiq Waliyyulah , serta tanggal 10 Muhaarm dengan tahun pelaksanaan Buka Luwur.(sup).