1.500 Meter Kain Putih Luwur Sunan Kudus

elangmur - Selasa, 16 Juli 2024 | 19:29 WIB

Post View : 481

"Wajah"indah-syahdu - makam Sunan Kudus setelah luwurnya diganti baru foto sup.

Kudus,Elang Murianews (Elmu)- Puncak ritual kolosal Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 2 (Jakfar Shodiq) berlangsung Selasa (16/7/2024) di Komplek Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (M3SK). Ditandai dengan pembagian  43.000 bungkus nasi “jangkrik serta penggantian “luwur” atau kelambu/tirai makam Sunan Kudus  sebanyak 1.500 meter. Nasi jangkrik yang dibagikan sekarang, jauh lebih banyak dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, yang “ hanya “ berkisar  di bawah 25.000 bungkus.

           Usai  ritual tersebut,  pada Selasa siang hingga menjelang senja, masih banyak warga/peziarah yang mengunjungi komplek M3SK. Khusus di makam Sunan Kudus. luwur baru, pengganti luwur lama(setahun) lalu, menjadikan makam itu terlihat bersih, rapi dan anggun. Beberapa lampu antik yang dipasang di seputar makam dan memancarkan cahaya keputihan menjadikan suasana makam lebih syahdu. Serta pula menjadikan peziarah lebih khusuk berdoa.

Kain bludru bordir - di pintu makam Sunan Kudus Selasa (16/7/2024) Foto Sup.

            Makam Sunan Kudus 2 alias Jakfar Shodiq ini diperkirakan sudah berumur 474 tahun. Jika mengacu beliau meninggal pada 17 Muharram (suro) 957 Hijriah atau  Februari 1550  M pada usia 109 tahun. Beliau hijrah dari Demak ke Kudus pada tahun 1525 M atau pada usia 84 tahun. Seperti yang diungkapkan peneliti Kerajaan Demak Bintoro dan Walisongo Aka Hasan.

             Dan menurut Buku Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus, proses pembuatan luwur sudah dibakukan sejak bertahun-tahun lamanya. Diantaranya dalam bentuk unthuk banyu, kompol, wiru dan langit-langit.

           Unthuk banyu berfungsi sebagai ornament untuk memperindah  rangkaian luwur  yang terpasang di  makam Sunan Kudus. Sesuai namanya , unthuk  berbentuk seperti buih air yang dirangkai  dan ditempatkan  secara mengeliling di bagian atas. Baik di dalam maupun di luar makam.

Menjelang- pintu masuk komplek makam sunan Kudus . foto sup

              Kompol  juga berfungsi  untuk memperindah penataan luwur. Namun bentuk dan penempatannya  berbeda. Yaitu  ditempatkan menggantung pada tiang tiang dan sudut – sudut  yang ada di  makam.

          Wiru  dibuat dengan cara melipat kain mori secara horizontal membentuk “wiron” dngan pola teratur.Wiru dilekatkan  pada batang kayu dan kuningan. Sedang penemptannya  di emper-emper bangunan makam.

           Sedang untuk memperindah  pintu makam, dibuatlah kain bludru bordir berwarna kebiruan dengan tulisan dua kalimah syahadat,  Sayyid Ja’far Shadhiq Waliyyulah , serta tanggal  10 Muhaarm  dengan tahun pelaksanaan Buka Luwur.(sup).

 

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

img single