120 Kakek- Nenek di Kudus Lulus Sekolah Lansia

elangmur - Rabu, 3 Desember 2025 | 21:17 WIB

Post View : 96

Wisuda lulusan - Sekolah Lanjut usia (lansia) Kabupaten Kudus 2025 , yang terdiri 120 wisudawan. Sekolah Lansia kali pertama didirikan di Wonosobo Jawa Tengah 2022 dan sampai dengan Juni 2024 sudah berkembang menjadi 757. Sekolah ini hanya berlangsung sekitar tiga bulan. Foto istimewa

Kudus, Elang Murianews (Elmu) – Bupati Kudus, Samani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton mewisuda  120 kakek dan nenek yang lulus dari Sekolah Lanjut Usia (Lansia ) ,  di pendopo kabupaten  Rabu (3/12/2025) :” Ini menjadi semangat bagi kita semua bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Sesuai tagline Belajar, Bekerja, Berkarya, semangat untuk terus berkembang dan berkomunikasi dengan lingkungan harus terus dijaga,” ujar Bupati. Dan semoga ilmu yang didapat menjadikan para wisudawan dan wisudawati semakin produktif, kreatif, mandiri, dan sejahtera, serta mampu menjadi motivasi bagi anak cucu kita, tambah Samani.

         Mereka menurut Kepala Dinas Sosial ,Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB )Kudus, Putut Winarno, berasal dari Desa Lau Kecamatan Dawe, Desa Payaman Mejobo, Desa Jati Wetan Jati dan Desa Kutuk Undaan.(Desa Lau), Mejobo (Desa Payaman), Jati (Desa Jati Wetan), dan Undaan (Desa Kutuk).” “Program ini bertujuan meningkatkan kualitas fisik, mental, spiritual, dan sosial para lansia. Kami ingin mewujudkan lansia yang sehat, panjang umur, dan tetap berdaya sehingga mampu berperan dalam keluarga maupun lingkungan,” tuturnya

     Mereka  belajar di Balai Desa setempat seminggu sekali selama tiga bulan. Dengan materi pembelajaran yang menyangkut Perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit degeneratif, senam lansia, kesehatan mental, penguatan nilai spiritual, konseling gizi, pola makan seimbang, hingga literasi kesehatan dan pemanfaatan layanan kesehatan..

Masih tetap bekerja

     Menurut data yang dihimpun Elmu, Sekolah Lansia kali pertama diselenggarakan di Wonosobo Jawa Tengah 2022 dan hingga Juni 2024, meningkat menjadi 757 yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Sedang biaya sekolah ditanggung Departemen Sosial, khususnya Badan Kependudukan  Keluarga Berencana Nasiona (BKKBN).
      Sedang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat,  jumlah lansia nasional  11,75 – 11,8- 12 persen dari total pendnduk di Indonesia . Atau sekitar 33- 34 juta jiwa. Dan diprediksi  pada tahun 2045 membengkan menjadi  65,8 juta jiwa.

        Selain itu, sekitar 53,93 persen lansia Indonesia masih aktif bekerja, yang sebagian besar di sektor pertanian. Cenderung bersifat non formal dan tidak butuh persyaratan pendidikan tinggi.. Hal ini menunjukkan mereka masih membutuhkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dan hanya 1 persen yang menganggur.

  Meskipun banyak yang bekerja, kesejahteraan pekerja lansia masih butuh perhatian, dengan rata-rata penghasilan yang lebih rendah dibandingkan pekerja usia produktif. Meraka bekerja dengan jam kerja panjang dan upah rendah.

      Adapun rata-rata angka harapan hidup (AHH) penduduk Indonesia adalah sekitar 72,39 tahun pada tahun 2024, angka ini menunjukkan tren peningkatan dari tahun sebelumnya yang tercatat di 72,13 tahun. AHH yang terus meningkat ini merupakan indikator dari perbaikan derajat kesehatan, standar hidup, dan kualitas pembangunan di Indonesia.

      Jika data itu ditrapkan di Kabupaten Kudus, maka total jumlah lansia mencapai sekitar 71.000 jiwa. Mengacu 12 persen dari jumlah penduduk di Kota Kretek yang mencapai 856.472 jiwa. Meski Sekolah Lansia di Kudus baru menjangkau 120 orang dan baru kali pertama kali dilaksanakan, tetapi  berdasarkan “nilai lebihnya” , Bupati Kudus Samani mendukung dlanjutkan pada tahun tahun berikutnya. Dan menurut BPS maupun Kemenkes , lansia  terbagi menjadi : Lansia Muda: 60-69 tahun Lansia Madya: 70-79 tahun, Lansia Tua: 80 tahun ke atas .(Sup).

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

img single