
Kudus, Elang Murianews (Elmu)- Dijadwalkan, Rabu siang (12/11/2025) Bupati Kudus, Samani Intakoris akan menyerahkan 80 unit becak listrik kepada penarik becak lanjut usia (lansia) di pendopo kabupaten Kudus. Becak listrik ini berasal dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) yang diketuai Prabowo Subianto sebelum menjabat sebagai Presiden. Tidak hanya Kudus, tetapi puluhan kabupaten/kota di Indonesia juga akan memperoleh becak listrik. Sebab, pemerintah dalam tahun 2025 telah menyiapkan 10.000 unit tahun 2026 sebanyak 20.000 unit. “ becak listrik ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga simbol perhatian dan tanggung jawab sosial Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat kecil. “Kami ingin memastikan mereka ( penarik becak) tetap bisa bekerja dengan lebih ringan, produktif, dan bermartabat," ujar Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) Nuryana ditemui setelah penyerahan bantuan becak listrik secara simbolis didampingi Bupati Demak Eisti'anah dan Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Zaidirina di Pendopo Kabupaten Demak.Seperti yang dikutif dari Antara, Selasa (11/11/2025).
Di Kudus sendiri keberadaan armada becak menyusut drastis, sejak munculnya armada angkutan kota/angkutan pedesaan. Terutama dengan merebaknya kepemilikan sepeda motor di kalangan masyarakat umum. Akibatnya penarik becak yang umumnya sudah berusia tidak muda lagi hanya terbatas beroperasi di sejumlah pasar. Atau melayani antar jemput pelanggan.
Sebagian lagi, yaitu sekitar 150- 200 penarik becak hanya khusus melayani rute wisata religi Bakalan Krapyak- Menara, Terbagi menjadi dua grup. Satu grup armada becaknya bercat putih, khusus menangani penumpang yang baru tiba dari terminal Bakalan Krapyak. Sedang grup lainnya dengan becak bercat merah , khusus melayani peziarah yang pulang dari komplek Masjid Menara Makam Sunan Kudus.
Namun pada Selasa (24/5/2022), mereka secara tidak langsung digusur Bupati Kudus Hartopo, karena melarang pengoperasian becak di jalur Bakalan Krapyak – komplek Masjid Menara Makam Sunan Kudus.Akibatnya mereka kocar kacir. Sebagian bertahan tetap narik becak, tetapi di luar jaur khusus tersebut. Sebagian lagi memilih menjual becaknya, lalu membeli sepeda motor bekas agar bisa tetap menjadi pengojek jurusan Bakalan Krapyak- komplek Masjid Menara Makam Sunan Kudus. Sebagian lagi “mendongkrokkan” becaknya di rumah. “Jika dijual tentu harganya murah, sehingga tidak bisa untuk modal membeli motot bekas. Lebih baik dikandangkan sementara, jika sewaktu waktu saya mau membutuhkan tinggal genjot lagi,” tutu Sulkhan, salah satu abang becak yang tinggal di Bakalan Krapyak.

Penggusuran armada becak secara bertahap, secara resmi atau secara alami, memang terjadi di banyak kabupaten/kota di Indonesia. Namun masih ada pula yang sampai sekarang masih tetap “melestarikan “ keberadaan armada becak. Misalnya di Jogja dan Solo yang khusus melayani obyek-obyek wisata.
Becak listrik
Sedang keberadaan becak listrik sudah dirintis Pemerintah Kota Jogjakarta sejak awal 2023, yang diberi nama becak kayuh bertenaga alternatif (Berkreatif) , dalam rangka mendukung Sumbu Filosofi sebagai World Heritage City.
Sumbu Filosofis Yogyakarta atau yang sering disebut juga sebagai Garis Imajiner Yogyakarta adalah sebuah garis tegak imajiner (khayal) di Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Memanjang dari utara ke selatan yang menghubungkan Gunung Merapi di utara dengan Pantai Parangkusumo ataupun Pantai Parangtritis di selatan melewati Keraton Yogyakarta.
Garis ini memiliki makna filosofis yang sangat tinggi di kesultanan tersebut dan menjadi salah satu acuan tata kota dari wilayah yang dilewatinya. Dan menjadi keunikan tersendiri bagi Kota Yogyakarta dari kota-kota lainnya, termasuk kota-kota peninggalan Kesultanan Mataram yang lain.
Becak listrik itu sendiri dilengkapi dengan fitur pedal assist. Yaitu setelah pedal dikayuh satu putaran, kelistrikan pada becak akan aktif. Dinamo akan menyala dan membantu menggerakkan roda, sehingga memperingan “kerja “ abang becak. Mampu meluncur hingga kecepatan 15- 20 kilometer per jam.
Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto dilatar belakangi ketika Prabowo Subianto berkunjung ke Jogja melihat banyak penarik becak yang telah berusia lanjut. Mereka masih berusaha keras untuk menghidupi diri sendiri maupun keluarga, lewat perjuangan phisik ekstra keras menggejot becak setiap hari. Dengan becak listrik maka abang becak yang sudah sepuh-sepuh ini tidak lagi “berkeringat banyak”, Hanya saja mereka harus tetap menjaga- merawat, khususnya untuk dinamo meter dan aki, agar tidak mendadak mati di tengah jalan.(sup).