Bendung Logung Digelontor Sejuta Benih Ikan dan 10.000 Bibit Pohon

elangmur - Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:30 WIB

Post View : 314

Tebar sejuta ekor benih ikan - dan tanam 10.000 bibit pohon di seputar bendung Logung Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kudus, Kamis 21 Agustus 2025. Dalam rangka penutupan TMMD ke-125, yang antara lain dihadiri Pangdam IV Diponegoro Mayjen Achiruddin Darojat dan Bupati Kudus Samani Intakoris (Foto sup).

Kudus, Elang Murianews (Elmu) – Bendung Logung , Kamis (21/8/2025) digelontor  sejuta bibit ikan dan ditanami 10.000 bibit pohon. Sedang di lapangan bola Desa Kandangmas,  dilangsungkan pemecahan Museum rekor dunia indonesia (Muri), yaitu pagelaran  tari kretek dengan peserta sebanyak 1.700  orang. Sebelumnya , pada Februari 2025,  jumlah pesertanya “hanya”  1.400 orang.

        Peristiwa tersebut, dalam rangka penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa  (TMMD) ke-125 di Kabupaten Kudus  yang dipusatkan di Lapangan Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kudus  dan di tepi bendung Logung. Dihadiri langsung Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen  Achiruddin Darojat , Komandan Kodim 0722 Kudus, Letkol Inf Hermawan Setya Budi dan Bupati Kudus  Samani Intakoris.

          Sedang satu juta bibit ikan dan 10.000 bibit pohon bantuan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF). Bibit ikan sebanyak itu  ditempatkan dalam puluhan kantung plastik yang diberi oksigen. Kemudian Pangdam, Komandan Kodim, Bupati Kudus, serta pejabat lain yang hadir bergantian  membuka kantong plastik dan menuangkan ke perairan bendung Logung. Bahkan puluhan perempuan muda berseragam  khas Kudus  bercaping kalo beramai-ramai  ikut menebarkan bibit ikan yang terdiri beberapa jenis ikan.

Perempuan berbaju khas Kudus- ikut menebarkan benih ikan di bendung Logung Foto sup.

           Selain itu sejumlah perahu motor cepat yang sarat penumpang sengaja  untuk sesaat “diparkir” di seputar lokasi penebaran bibit ikan. Sedang ratusan pengunjung dan tamu undangan lain menyaksikan dari kejauhan.

           Lalu untuk penanaman 10,000 bibit pohon yang dilakukan Pangdam nampaknya hanya  simbolis  saja.  Sedang puluhan relawan  yang  tergabung dalam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengambil bagian menanam sekitar 1.000 bibit di lokasi sabuk hijau. Yaitu sekitar  satu kilometer dari pusat seremonial pananaman bibit pohon dan benih ikan.

Puluhan relawan- ikut berpartisipasi ikut menanam 1.000 bibit pohon di Kawasan sabuk hijau bendung Logung Kamis ( 21/8/2025) Foto istimewa

        Sabuk hijau sangat penting karena berfungsi sebagai penahan erosi dan pelumpuran air, menjaga kualitas air, serta mencegah penurunan fungsi waduk akibat sedimentasi. Sabuk hijau juga menahan debu, mengurangi polusi, menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar waduk, serta memberikan manfaat estetika dan lingkungan bagi masyarakat.

         Belum diketahui secara pasti dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana-pemegang otoritas  embung Logung, menyangkut luasan  sabuk hijau. Dan berdasarkan data yang dihimpun Elmu, BLDF pada tahun 2020 sudah pernah  membantu  75.000 ekor bibit ikan dan 7.500 bibit pohon.  Lalu pada 8 April 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Tay Yasin juga secara simbolis menanam 1.000 bibit pohon.

           Bendung Logung-  terletak di wilayah Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo, Desa Kandangmas dan Desa Rejosari Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Merupakan salah satu diantara  65 bendungan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).untuk mendukung program Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

        Dari jumlah tersebut tujuh unit diantaranya dibangun di Jawa Tengah. Pembangunan Bendungan Logung membutuhkan waktu sekitar 5 tahun . Dimulai sejak tahun 2014 dengan jangka waktu pelaksanaan 1.460 hari kalender hingga akhir  2018 dengan nilai kontrak Rp 620 miliar, Ditangani bersama antara  PT Wijaya Karya & PT. Nindya Karya.

         Menurut Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA)  Kementerian PUPR, Hari Suprayogi  , Selasa (18/12/2018), bendungan ini  mampu menampung air sekitar 20,15 juta meterkubik, dengan volume efektif sebesar 13,72 juta meterkubik.

           Selain itu ia menambahkan air sebanyak itu diproyeksikan mampu  memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan  seluas maksimal 5.296 hektar. Dengan rincian luas irigasi eksisting 2.805 hektar  dan irigasi pengembangan 2.491 hektar . Lalu untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 200 liter/detik ,pengendalian banjir dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 0,50 MW  Termasuk dijadikan obyk wisata.

          Adapun  sungai Logung sendiri secara keseluruhan mempunyai luas Daerah Tangkapan Air (DTA) sebesar 43,81 km2 , yang terdiri dari beberapa anak sungai yang besar dan kecil. Daerah pengaliran Sungai Logung terletak di lereng tenggara Gunung Muria, berbentuk memanjang arah utara- selatan, mulai dari puncak G. Argojembangan ( dengan ketinggi 1.300 meter di atas permukaan laut) sampai ke Dukuh Slalang Desa Tanjungrejo Jekulo, di kaki perbukitan Gunung Patiayam dengan ketinggian  sekitar 350 meter di atas permukaan laut.. Adapun panjang utama Sungai Logung adalah 20,125 kilometer  Bagian hilir, Sungai Logung menginduk dengan Sungai Silugonggo/Sungai Juwana.(sup).

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

img single