
Kudus, Elang Murianews (Elmu)- Sebagian besar permukaan Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) I sepanjang 32,28 kilometer sampai dengan Senin ( 10/11/20125) dipenuhi tanaman enceng gondok (Eichhornia crassipes) . Namun pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juwana, sebagai lembaga tunggal yang menangani “tetek bengek” sungai maupun embung/waduk, membiarkan begitu saja
Padahal tanaman asli dari Brazil Amerika Selatan yang sering dianggap sebagai gulma air menimbulkan efek negatif serius pada ekosistem perairan, pedangkalan sungai, penguapan air dan penurunan unsur hara yang cukup besar.
Enceng gondok didatangkan pada tahun 1894 sebagai koleksi di Kebun Raya Bogor, merupakan sejenis tanaman bakung yang hidup terapung di atas permukaan air, banyak tumbuh liar diperairan seperti waduk, danau, rawa dan sungai.
Sedang sungai SWD I berhulu di spillway atau bangunan pelimpah di Dukuh Goleng Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati Kudus dan baru sekitar setahun terakhir di normalisasi. Dari Goleng kemudian mengalir ke Desa Setrokalangan, Banget, Sidorekso Kecamatan Kaliwungu. Lalu mengalir lagi ke wilayah desa di Kecamatan Nalumsari, Welahan Jepara, dan bermuara di Laut Jawa di Kecamatan Wedung Demak.
Berdasarkan pengamatan Elmu sepanjang Minggu (9/10/2025) selain enceng gondok, bekas endapan lumpur yang berada di sisi dalam kanan kiri dimanfaatkan penduduk setempat untuk dijadikan lahan pertanian.

Sebagian lagi di tepi sungai banyak ditemui bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang jala ikan. Sebagian memanfaatkan untuk karamba. Namun semua itu seharusnya dilenyapkan, karena menjadi salah satu sumber munculnya banjir yang menggenangi desa-desa di seputar daerah aliran Sungai SDW I) .(sup)