Enceng Gondok Merajalela di Sungai SWD I.

elangmur - Senin, 10 November 2025 | 18:36 WIB

Post View : 237

Enceng gondok- dibiarkan merajalela di Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) I. Padahal tanaman ini salah penyebab munculnya bencana banjir. Seperti terlihat di seputar jembatan Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu Kudus. Foto sup Minggu 9/11/2025.

Kudus, Elang Murianews (Elmu)- Sebagian besar permukaan Sungai Serang Welahan Drainase (SWD) I sepanjang 32,28 kilometer sampai dengan Senin ( 10/11/20125) dipenuhi tanaman enceng gondok (Eichhornia crassipes) . Namun pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali – Juwana, sebagai lembaga tunggal yang menangani “tetek bengek” sungai maupun embung/waduk,   membiarkan begitu saja

             Padahal tanaman asli dari Brazil Amerika Selatan yang sering dianggap sebagai gulma air  menimbulkan efek negatif serius pada ekosistem perairan, pedangkalan sungai, penguapan air dan penurunan unsur hara yang cukup besar.

            Enceng gondok didatangkan pada tahun 1894 sebagai koleksi di Kebun Raya Bogor, merupakan sejenis tanaman bakung yang hidup terapung di atas permukaan air, banyak tumbuh liar diperairan seperti waduk, danau, rawa dan sungai.

             Sedang sungai SWD I  berhulu di spillway atau bangunan pelimpah di Dukuh Goleng Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati Kudus dan baru sekitar setahun terakhir di normalisasi. Dari Goleng kemudian mengalir ke Desa Setrokalangan, Banget, Sidorekso Kecamatan Kaliwungu. Lalu mengalir lagi ke wilayah desa di Kecamatan Nalumsari, Welahan Jepara, dan bermuara di Laut Jawa di Kecamatan Wedung Demak.

              Berdasarkan pengamatan  Elmu sepanjang Minggu (9/10/2025) selain enceng gondok, bekas endapan lumpur  yang berada di sisi dalam kanan kiri dimanfaatkan penduduk setempat untuk dijadikan lahan pertanian.

Berubah fungsi- akibat tingginya pelumpuran yang terjadi hampir sebagian besar di Sungai SWDI, dimanfaatkan untuk lahan pertanian semusim bagi petani setempat. Foto Sup 9/11/2025.

               Sebagian lagi  di tepi sungai banyak ditemui  bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang  jala ikan. Sebagian memanfaatkan  untuk karamba.  Namun semua itu seharusnya dilenyapkan, karena  menjadi salah satu sumber munculnya banjir yang menggenangi desa-desa di seputar  daerah aliran Sungai SDW I) .(sup)

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

img single