Gerbang Kudus Kota Kretek Bercahaya Lagi

elangmur - Selasa, 25 Maret 2025 | 06:30 WIB

Post View : 591

Gerbang Kudus Kota Kretek- Senin pukul 18.45 WIB 24 Maret 2025. Foto sup.

Kudus, Elang Murianews(Elmu) - Lampu warna warni Gerbang Kudus Kota Kretek (G K3)  yang terletak di mulut Jembatan Tanggul Angin  di jalan negara masuk wilayah Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kabpaten Kudus, pada posisi  Senin  pukul 18.30 WIB  ( 24/3/2025) nampak  menyala. Meski  belum seluruhnya  lampu yang terpasang dalam kondisi menyala semua, sehingga belum seindah-semeriah  ketika  GK-3 diresmikan  27 April 2017 malam.

                Namun demikian, sejumlah warga nampak duduk di lantai gerbang, Seorang pedagang angkringan menjajagan barang dagangannya. Lalu beberapa pengendara motor  memarkir kendaraanya di tepi  jalan dan “menikmati” indahnya  GK3 di waktu hari yang  seakan dibalut sinar lampu warna warni, Serta dilatar belakangi langit cerah, serta  cahaya lampu  jalan dan  kendaraan yang melintas  di sisi kanan kiri. Menjadikan pemandangan yang penuh “sensasi”

Gerbang Kudus Kota Kretek- di "mulut" Jembatan Tanggul Angin Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kudus, Senin pukul 18.15 WIB 24 Maret 2025. Foto Sup

Menyalanya kembali lampu GK3  atas perintah langsung Bupati Kudus, Samani Intakoris kepada jajaran Dinas Perumahan Kawasan Permukiman  dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus. Bupati juga  memerintahkan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengecek ulang terhadap  keberadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui gerakan sapu bersih (saber) LPJU. Terutama LPJU yang mati untuk diganti baru. ” Lampu GK3 menyala mulai malam Minggu kemarin  8 Maret 2025. Ada perintah langsung dari  Bapak bupati untuk menghidupkan lampu GK3. Kalo anggaran  kami belum tahu, karena baru sekarang mengelola lampu tersebut. Lampu taman semuanya sudah  menyala”  tutur Heri, salah satu kepala bidang (Kabid) Dinas PKPLH,

Nampaknya pernyataan Heri tidak sepenuhnya benar, saat Elmu  melihat langsung ke lokasi taman. Seperti Taman /Hutan Kota Tanggul Angin yang berada di sebelah barat GK3,  Taman Rakyat Depan Kantor DPRD,  Taman di kanan-kiri sisi timur Jembatan Jalan Sunan Kudus dan taman di sebelah barat makam Ploso, kondisinya jika malam hari gelap gulita.

Namun  lampu di taman Adipura Kencana di perempatan jalan Sempalan (berdekatan dengan halaman Rumah Sakit Mari Rahayu), Taman Jati  samping kiri SMP Negeri Jati  dan Taman  Tugu Achmad Yani nampak sudah menyala.

GK3 – yang  peletakan batu pertamanya 22 April 2014 dan rampung 100 persen pada 12 Juli 2015 dibangun dan dibiayai sepenuhnya  PT Djarum Kudus  sebesar Rp 16.125.000.000,-  atau  Rp 16, 12 miliar. Diproyeksikan sebagai ikon baru kota Kudus. Menurut Purwono Nugroho, Senior Manager Public Affairs PT Djarum yang akrab dipanggil Ipung,  GK3 memiliki filosofi dalam setiap unsur bangunannya. Bagian atas yang berbentuk daun tembakau dengan jumlah jari jari sebanyak 59 ruas, memiliki makna tersirat.

Gerbang Kudus Kota Kretek - per 10 Februari 2015. Foto Sup.

Angka 5 sebagai lambang Rukun Islam, angka 9 memaknai Walisanga. Bagian bawah, berbentuk 4 tiang cengkeh yang menopang daun tembakau, sejatinya melambangkan 4 pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Perpaduan bahan stainless steel dan beton dengan bentuk simetris menjadi simbol kekinian kota industri dan kekokohan religiusitas masyarakat dalam kehidupan yang penuh harmoni

GK3 dibangun dengan menggunakan pondasi tiang pancang. Sedang dinding, balok, dan kolomnya adalah beton bertulang. Berdiri di atas lahan seluas 1106 m², bekas bangunan lama  berupa replika Menara Kudus bentuk bangunan  menyerupai daun tembakau yang memayungi sisi kiri dan kanan ruas jalan. Tinggi bangunan 12 meter dari permukaan jalan. Sementara bentang daun atau lebar gerbang adalah 21 meter. Sedangkan panjang daun  48,75 meter.(sup)

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

img single