
Kudus, Elang Murianews(Elmu) - Lampu warna warni Gerbang Kudus Kota Kretek (G K3) yang terletak di mulut Jembatan Tanggul Angin di jalan negara masuk wilayah Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kabpaten Kudus, pada posisi Senin pukul 18.30 WIB ( 24/3/2025) nampak menyala. Meski belum seluruhnya lampu yang terpasang dalam kondisi menyala semua, sehingga belum seindah-semeriah ketika GK-3 diresmikan 27 April 2017 malam.
Namun demikian, sejumlah warga nampak duduk di lantai gerbang, Seorang pedagang angkringan menjajagan barang dagangannya. Lalu beberapa pengendara motor memarkir kendaraanya di tepi jalan dan “menikmati” indahnya GK3 di waktu hari yang seakan dibalut sinar lampu warna warni, Serta dilatar belakangi langit cerah, serta cahaya lampu jalan dan kendaraan yang melintas di sisi kanan kiri. Menjadikan pemandangan yang penuh “sensasi”

Menyalanya kembali lampu GK3 atas perintah langsung Bupati Kudus, Samani Intakoris kepada jajaran Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus. Bupati juga memerintahkan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengecek ulang terhadap keberadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui gerakan sapu bersih (saber) LPJU. Terutama LPJU yang mati untuk diganti baru. ” Lampu GK3 menyala mulai malam Minggu kemarin 8 Maret 2025. Ada perintah langsung dari Bapak bupati untuk menghidupkan lampu GK3. Kalo anggaran kami belum tahu, karena baru sekarang mengelola lampu tersebut. Lampu taman semuanya sudah menyala” tutur Heri, salah satu kepala bidang (Kabid) Dinas PKPLH,
Nampaknya pernyataan Heri tidak sepenuhnya benar, saat Elmu melihat langsung ke lokasi taman. Seperti Taman /Hutan Kota Tanggul Angin yang berada di sebelah barat GK3, Taman Rakyat Depan Kantor DPRD, Taman di kanan-kiri sisi timur Jembatan Jalan Sunan Kudus dan taman di sebelah barat makam Ploso, kondisinya jika malam hari gelap gulita.
Namun lampu di taman Adipura Kencana di perempatan jalan Sempalan (berdekatan dengan halaman Rumah Sakit Mari Rahayu), Taman Jati samping kiri SMP Negeri Jati dan Taman Tugu Achmad Yani nampak sudah menyala.
GK3 – yang peletakan batu pertamanya 22 April 2014 dan rampung 100 persen pada 12 Juli 2015 dibangun dan dibiayai sepenuhnya PT Djarum Kudus sebesar Rp 16.125.000.000,- atau Rp 16, 12 miliar. Diproyeksikan sebagai ikon baru kota Kudus. Menurut Purwono Nugroho, Senior Manager Public Affairs PT Djarum yang akrab dipanggil Ipung, GK3 memiliki filosofi dalam setiap unsur bangunannya. Bagian atas yang berbentuk daun tembakau dengan jumlah jari jari sebanyak 59 ruas, memiliki makna tersirat.

Angka 5 sebagai lambang Rukun Islam, angka 9 memaknai Walisanga. Bagian bawah, berbentuk 4 tiang cengkeh yang menopang daun tembakau, sejatinya melambangkan 4 pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Perpaduan bahan stainless steel dan beton dengan bentuk simetris menjadi simbol kekinian kota industri dan kekokohan religiusitas masyarakat dalam kehidupan yang penuh harmoni
GK3 dibangun dengan menggunakan pondasi tiang pancang. Sedang dinding, balok, dan kolomnya adalah beton bertulang. Berdiri di atas lahan seluas 1106 m², bekas bangunan lama berupa replika Menara Kudus bentuk bangunan menyerupai daun tembakau yang memayungi sisi kiri dan kanan ruas jalan. Tinggi bangunan 12 meter dari permukaan jalan. Sementara bentang daun atau lebar gerbang adalah 21 meter. Sedangkan panjang daun 48,75 meter.(sup)