Kudus, Elang Murianews- Belum genap sehari, harga gabah kering panen (GKP) padi ketan di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus pada posisi Rp 5.000,-/ kilogram, maka pada Rabu siang (5/3/2025) merosot menjadi Rp 4.400,-/kilogram. Dibanding dengan posisi Februari- Maret 2024, yang mencapai Rp 10.000,-/kilogram, ini bagai terjun bebas. “ Mumet mas yen dipikir terus- pening(sakit kepala) jika dipikirkan terus” komentar sejumlah petani.
Sedang tim serapan gabah (sergab) Perum Badan urusan logistik (Bulog) Kabupaten Kudus juga masih khawatir terhadap rendahnya perolehan gabah petani yang baru mencapai 109,701 ton GKP. “ Itu diperoleh dari hasil panen di wilayah Kecamatan Kaliwungu dan Gebog. Padahal tanaman padi yang telah dipanen tercatat 5.128 hektar,” tutur Agus Setiawan, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus.
Pengusaha penggilingan beras Desa Ngemplak Kecamatan Undaan (Kudus) yang dihubungi terpisah mengatakan, “kalo saya , saat ini beli gabah ketan. Harga di petani hanya Rp 6.000,-/kilogram. Beras ketannya laku Rp 12.500,-/kilogram di pasaran saat ini,” tuturnya.
Harga gabah padi ketan yang gonjang ganjing ini, serta harga gabah non padi ketan yang saat ini masih diatas HPP, yaitu rata –rata Rp 6.700/kilogram, dipastikan masih berubah setiap saat. Kecuali curah hujan masih relatih tinggi, juga dipengaruhi munculnya bencana alam di sejumlah daerah, hingga belum tiba saatnya untuk panen raya. Setiap panen raya hampir pasti harga gabah akan turun.(Sup)