
Kudus, Elang Murianews (Elmu) – Sebuah jembatan sederhana yang menghubungkan Kelurahan Sunggingan dengan Kelurahan Panjunan Kecamatan Kota Kudus, menurut rencana , Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 09.00 akan diresmikan Bupati Kudus, Samani Intakoris. Jembatan ini melintas di Sungai Gelis- sungai yang seakan “membelah” kota Kudus menjadi dua bagian- Kudus Timur dan Kudus Barat. Panjangnya 33,05 meter
Lurah Panjunan Rikho, yang dihubungi Jumat malam, tidak bersedia memberikan data teknis maupun latar belakang pembangunan jembatan tersebut. “Di kantor semua pak. Saya ndak bawa,” jawabnya. Jembatan baru tersebut hanya berada sekitar 100 meteran sebelah utara dari jembatan besar Ploso. Jembatan utama yang menghubungkan Pasar Bitingan/Pusat Belanja/Rumah Sakit Umum Daerah Loekmono Hadi dengan kelurahan/desa di Kudus Kulon. Atau di jalan Mayor Basuno
Dan juga berada di sisi selatan jembatan besar di Jalan Wahidin Sudirohusodo, yang menghubungkan Jalan Gang 4, Jalan Mangga ke arah Kudus Kulon. Jika menilik keberadaan dua jembatan besar tersebut, maka sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk kepentingan warga Kelurahan Sunggingan yang berpenduduk 5.378 jiwa (data tahun 2024) dengan Kelurahan Panjunan yang dihuni 3.491 jiwa.
Namun dengan pertimbangan lain dibangunlah jembatan yang belum diberi nama ini ( setidaknya sampai dengan Jumat malam 14/11/2025, Lurah Sunggingan belum bersedia mengungkapkan). Pada Kamis siang (13/11/2025) sejumlah pekerja masih memebenahi “pagar “ sisi barat sungai.
Jembatan baru ini “konon” dibiayai dari APBD Kudus 2025 dengan lebar hanya sekitar dua meter, sehingga tidak bisa dilalui mobil. Terbatas pada sepeda, sepeda motor dan lalulintas warga. Selain membangun jembatan baru, tebing sungai sisi timur di seputar jembatan nampak tengah dibenahi. Terlihat ratusan karung plastik berisi tanah,padas, pasir di susun rapi sebagai upaya untuk menahan agar tebing tidak mudah dibobol banjir.

Sebelum ditumpuki karung karung tersebut, sisi timur Sungai Gelis sejak dari Jembatan Jalan Sunan Kudus, Jembatan di Jalan Wahidin Sudirohusodo hingga jembatan Ploso Jslsn Mayor Basuno sebagian besar dijadikan tempat pembuangan sampah.
Sedang sisi tebing barat khususnya yang berada di wilayah Sunggingan masih lumayan baik. Dan di sepanjang sisi tebing barat inilah telah dibangun jalan alternatif yang sebagian besar bisa dilalui mobil . Yaitu sejak seputar jembatan baru hingga jembatan Jalan Wahidin Sudirohusodo. Juga tengah “dibangun” pagar bambu sedeehana , yang diselingi dengan pepohonan .
Kelurahan Sunggingan, juga dikenal sebagai tempat makam Kiai Telingsing, yang konon guru /penasihat dari Sunan Kudus (Jafar Shodiq) dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Dia dikenal sebagai juru sungging/juru ukir, sehimgga nama Kelurahan ( semula desa) Sunggingan dikaitkan dengan “sang juru sungging”

Hanya sayangnya, tempat pemotongan hewan – khususnya kerbau dan sapi yang berada di dekat Jembatan Ploso – wilayah Kelurahan Sunggingan .sebagian besar bangunannya digusur menjadi kantor bank milik Pemkab Kudus. Padahal sebenarnya tergolong benda cagar budaya yang dibangun pemerintah Belanda antara tahun 1920- 1930.(sup).