Megalitik, Semedi dan Prasasti Rahtawun

elangmur - Jumat, 27 Juni 2025 | 21:47 WIB

Post View : 526

Semedi - di depan batu besar- salah satu budaya-tradisi megalitik. Foto Sup ( 12 /4/2009).

Kudus, Elang Murianews (Elmu)   Menurut hasil penelitian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Balai Arkeologi Jogya tahun 1988/1999. Tepatnya pada 18- 27 Juli 1988, yang dipimpin Diman Suryanto,  di Desa Rahtawu Gebog dijumpai tradisi megalitik. Tradisi ini berkembang antara 2.500 – 1.500 tahun sebelum Masehi (untuk gelombang tua) dan lebih kurang 1.000 tahun sebelum Masehi ( untuk gelombang muda).

           Megalitik  berasal dari bahasa Yunani,  “mega” artinya besar dan lithos artinya batu. Atau batu besar , yang maksudnya peninggalan purbakala berupa batu batu  besar. Namun inti pokok pengertian megalitik menurut  tim peneliti, tidak terletak pada ukuran batu besar , tetapi terletak pada latar belakang pendiriannya. Yaitu pemujaan nenek moyang.

        Obyek batu –batu kecil,  atau bahan lain- seerti kayu atau bahkan tanpa monumen samasekali  dapat dimasukkan kedalam  klasifikasi megalit. Apabila  benda-benda  atau sesuatu  itu jelas dipergunakan untuk tujuan  sakral tertentu, yaitu pemujaan  arwah nenek moyang.

Penuh batu besar-kecil- sungai Gelis maupun wilayah Desa Rahtawu. Foto Sup (Agustus 2024)

        Tim peneliti yang beranggotakan lima orang ini ( Goenadi Nitihaminoto, Tjiptadi, Suwarno, Ngadimin, Rachmat Soesilo)   berhasil menemukan  16 tempat tradisi megalitik  di Desa Rahtawu.  Berupa onggokan batu, timbunan batu, kelompok batu dan  batu monolit. Ke-16  tempat tradisi megalitik tersebut adalah : Bambang Sakri, Junggring Saloko, Manumoyoso, Pandudewonoto, Sela Setangkep, Sang Hyang Wenang,  Klampis Ireng, Abiyoso, Sanggar Pamujan, Sanggar Pamulangan, Sanggar Jamurdipo, Sanggar Sapujagat , Batara Wisnu, Polosoro, Sekutrem  dan Mbah Modo.

        Tradisi  lama seperti yang hidup di Desa Rahtawu tersebut, baik yang berupa upacara “suran”/ syuran maupun kebiasaan  semedi  melalui media batu-batuan merupakan unsur asli  tradisi megalitik. Tradisi tersebut memberi corak khas  kepada kebudayaan daerah (budaya lokal). Oleh karena itu, tim meneliti menyarankan kepada banyak pihak perlu dipelihara dan dibina untuk menumbuhkan kesadaran tentang sejarah, serta memilhara kelestarian budaya ini.

Salah satu besar- di tepi Sungai Gelis Desa Rahtawu Gebog Kudus sebagai sarana untuk semedi. Foto Sup ( Agustus 2024).

Prasasti Rahtawun

          Sedang prasasti Rahtawun ditemukan  Profesor Gunadi dan para peneliti Balai Arkeologi Nasional Yogyakarta pada tahun 1990 di sekitar puncak Situs Puncak Sanga Likur Desa Rahtawu Kecamatan Gebog. Di dalam situs terdapat empat arca batu yaitu arca Batara Guru, Togog, Narada, serta Wisnu.

        Prasasti Rahtawun berisi informasi mengenai keluarga tokoh utama bernama Dapunta, termasuk ayahnya Santanu, ibunya Bhadrawati, dan istrinya Sampula. Juga mencatat Dapunta Syailendra sebagai tokoh penting yang kemudian menjadi cikal bakal raja-raja keturunan Wangsa Syailendra di Kerajaan Mataram Kuno. Prasasti Rahtawun menjadi bukti sejarah penting mengenai Kerajaan Kalingga, penyebaran pengaruh agama Hindu, kekuasan Kerajaan Kalingga dan perkembangan Wangsa Syailendra di Jawa Tengah. 

        Selain Prasasti Rahtawun, ada beberapa peninggalan Kerajaan Kalingga lainnya yang juga ditemukan, seperti  Candi Angin di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, meski saat ini hanya berupa reruntuhan. Namun usianya  diduga lebih tua dari Candi Borobudur sehingga diperkirakan menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Kalingga.

         Menurut sejarahnya, candi ini pernah menjadi tempat penyembahan masyarakat Kalingga, sebab di bagian bangunan candi terdapat sebuah pusaran angin. Namun, belum diketahui pasti pendiri dan kapan candi dibuat. Lalu Candi Bubrah, yang juga berada di Desa Tempur dan diduga menjadi pintu utama atau gapura sebelum menuju Candi Angin sebab jaraknya hanya sekitar 500 meter.(Sup).

Halaman:

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Berita Terkini

img single