
Kudus, Elang Murianews- Memasuki hari pahlawan Senin (10/11/2025) – normalisasi Sungai Wulan yang dimulai dari pertemuan Sungai Wulan dengan Sungai Gelis di Dukuh Goleng Desa Pasuruan Lor Kecamatan Jati Kudus sejak Februari- Maret 2025, masih dalam proses. Puluhan alat berat masih nampak dioperasikan sejak dari “depan” jembatan Tanggul Angin perbatasan Kudus – Demak sampai dengan desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu.
Dari seputar jembatan apung di Desa Setrokalangan, terlihat jelas badan Sungai Wulan yang sudah nampak lebar dengan air berwarna keruh kecoklatan-warna khas banjir. Proses normalisasi ini tidak mengganggu lalu lalang sepeda motor yang lewat jembatan apung , yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kaliwungu dengan Karanganyar- Mijen Demak.

Meski progres normalisasi Sungai Wulan yang dibiayai dari dana APBN 2025 sebesar Rp 1,4 triliun baru berjalan sekitar 40 persen, nampaknya bakal mengurangi kemungkinan terjadinya banjir seperti yang berlangsung nyaris rutin setiap tahun sejak puluhan tahun terakhir. Khususnya di Desa Jati Wetan, Dukuh Goleng dan Desa Setrokalangan.
Sebab, debit banjir Sungai Wulan yang berkisar rata-rata di atas 800 meter kubik per detik, bisa diredam sebagian. Setelah tanggul di Desa Ketanjung Kecamatan Karanganyar Demak yang jebol tahun lalu sudah selesai diperbaiki dan diperkuat- termasuk penguatan tanggulnya hingga jembatan Tanggul Angin.
Kemudian dengan telah rampungnya, pembangunan Polder Kencing di Desa Jati Wetan KecamatanJati Kudus senilai ratusan miliar Polder ini dilengkapi lima unit pompa air dan empat diantaranya berkapasitas masing masing 5.000 liter/detik, kolam retensi serta dua saluran air berbeton yang panjangnya lebih dari dua kilometer.
Adapun data yang dikutip dari buku Gambaran Umum BBWS Pemali Juwana 2008, antara lain disebutkan program penanganan Sungai Wulan tahun anggaran 2008-2009 meliputi enam jenis kegiatan.
Yaitu : peninggian tanggul banjir Wilalung- Jembatan Babalan sepanjang 14.000 meter. Perkuatan tanggul (parapet) Undaan- Medini ( 110 meter). Normalisasi alur Desa Menco- muara (laut Jawa) (10.000 meter). Peninggian /peningkatan tanggul banjir , Karanganyat- muara (40.000 meter).Perkuatan tanggul kritis (400 metet) dan perkuatan tanggul Gempol Songo dan Jleper (500 meter) yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (QPBN).
Selain juga terungkap, desain normalisasi Sungai Wulan, antara lain lebar rata –rata 80 meter, kemiringan tebing 1 banding 2, serta kemiringan dasar sungai : 0,0001015. Sungai Wulan yang berhulu di bangunan pembagi/pengatur banjir Wilalung Desa Kalirejo Undaan Kudus ini panjangnya 48, 62 kilometer. Dengan kondisi terkini sebagian besar dangkal akibat endapan lumpur dan penampangnya juga menyempit.(Sup).