
Kudus,Elang Murianews- Penyelenggaran ritual sedekah bumi di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus sejak Jumat – Minggu (17-19/5/2024) aroma sakral terasa sekali. Yaitu dengan ditandai tirakatan di lima punden/makam/petilisan ; Eyang Sakri, Loko Joyo, Jogo Wongso, Abiyoso dan Sukesi.
Kenduri ancak di kampung Santri, Pancasila, Modern , pemotongan kerbau dan pagelaran seni langen beksan tayub. Melibatkan sebagian besar diantara 4.989 jiwa penduduk desa setempat dan dihadiri pejabat Bupati Kudus Hasan Chabibie.

Desa Rahtawu, yang berada di kaki puncak sanga likur (1.605 meter di bawah permukaan air laut) Gunung Muria, sebelum ditetapkan sebagai desa wisata, lebih dahulu dikenal sebagai desa terpencil dan miskin. Namun memiliki banyak kelebihan di bidang sumber daya alam hingga bagian dari sejarah megalitik.
Sejak dibukanya jalan utama Desa Rahtawu dengan jalan menghancurkan bukit batu-batu besar dengan alat berat hingga bahan peledak di era Bupati Kudus, Kolonel Marwotosoeko (1972 – 1978), desa ini secara perlahan mulai terbuka.
Dan era kemiskinan mulai berubah dan kini desa yang berjarak sekitar 15 kilometer arah barat dari pusat kota Kudus, mulai tumbuh dan berkembang dengan berbagai macam keunggulan. Namun masyarakat Desa Rahtawu yang kini dipimpin Kepala Desa Rasmadi Didik Aryadi tidak mau kehilangan arah dengan dampak perkembangan pembangunan. Mereka tetap menyatakan rasa hormat, rasa syukur kepada Yang Esa, lewat ritual sedekah bumi.
Sedekah bumi juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam, dimana manusia diharapkan bisa menjaga dan merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawabnya. (sup)